Sunday, February 14, 2016

From nothing to something!

Bila masalah Indonesia itu terefleksikan dalam sebuah kabupaten, mungkin Bojonegoro dapat disebut salah satunya. Daerah ini punya sejarah kemiskinan, rendahya kepercayaan publik pada pemerintah, radikalisme sosial politik dalam pengelolaan eksplorasi migas, rendahnya kualitas sdm dan rendahnya pertumbuhan ekonomi.  Saat harus membangun,  Bojonegoro yang dulunya laut harus berjibaku dengan bencana alam: banjir dan kekeringan yang terus mengancam. Bojonegoro kini menurut world bank termasuk 10 kab/jatim berkemampuan tercepat dalam mengurangi kemiskinan. Pertumbuhan ekonominya selalu di atas jatim dan nasional. Daerah yang kini menyumbang 20 persen minyak Indonesia sukses mengelola sosial dan kerap menjadi percontohan transparansi pengelolaan dana migas. Tahun 2015 BNPB menganugerahi sebagai juara umum daerah pengelola terbaik bencana. Demokrasi dialogis disebut ptof Otto scharmer MIT sebagai model demokrasi dunia 4.0. Bupatinya diundang dalam berbagi pengalaman di forum dunia, dari Brazil, USA, Russia, Afsel, China, Philipina dan Vatican.
Bagaimana Bojonegoro mengatasi masalahnya!
Apa dampak dan hasilnya, keberhasilan dan kegagalannya. Pelajaran apa yang diperolehnya

Ikuti dialog live hitam putih kang yoto bupati bojonegoro di Trans 7 selasa 16 ferbruari 2016 pukul 18.00 sd 19.30

0 comments:

Post a Comment

Google AO

E-mail : wartabojonegoro16@gmail.com

Popular Posts

Powered by Blogger.